Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Peduli, Inklusi, Solidaritas, Meraih Harapan

Montov

Fitur Aksesibilitas Pada Aplikasi MONTOV Untuk Pemantauan Kesehatan Mandiri Bagi ODHIV dan ODHIV Dengan Disabilitas

  • 18 Januari 2024
  • 3 menit waktu baca

oleh Eva Dewa

Bagikan

Di Provinsi Yogyakarta, hingga September 2023, tercatat 7,446 kasus HIV dan 2,212 kasus AIDS secara kumulatif yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta. Jumlah layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan yang dibentuk oleh Dinas Kesehatan Yogyakarta adalah sebanyak 96, dan layanan yang telah melayani pasien berjumlah 58, atau sekitar 60,42%.

Pemerintah menetapkan target Three Zero HIV dengan harapan mencapainya pada tahun 2030, yang berarti tidak ada kasus HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHIV (Orang Dengan HIV/AIDS). 

Sebagai komitmen terhadap tujuan ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil langkah cepat menuju 95-95-95, dengan tujuan mencapai indikator-target: 95% ODHIV yang diperkirakan mengetahui status HIV mereka, 95% ODHIV menerima pengobatan, dan 95% ODHIV yang diobati mencapai supresi virus.

Kehadiran teknologi dalam membantu pemantauan kesehatan individu yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHIV) menjadi semakin penting. Namun, aksesibilitas informasi kesehatan bagi ODHIV dengan disabilitas masih menjadi masalah yang belum terselesaikan secara luas. 

Di Indonesia, pertumbuhan cepat kasus HIV/AIDS, khususnya di Provinsi Yogyakarta, menuntut solusi inklusif untuk memperluas akses informasi kesehatan bagi kelompok ini. Pita Merah Jogja, sebuah organisasi non-profit yang berkomitmen untuk melawan stigmatisasi, diskriminasi, dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV, telah memulai pengembangan aplikasi seluler dan situs web dengan fokus pada aksesibilitas. Tujuan utamanya adalah memungkinkan ODHIV dengan disabilitas untuk dengan mudah memantau dan mengakses informasi kesehatan. 

Latar belakang statistik menunjukkan bahwa persentase tertinggi ODHIV berada dalam kelompok usia 25-49 tahun, dengan persentase infeksi HIV tertinggi berasal dari faktor risiko heteroseksual.

Meskipun upaya pemerintah menuju target Three Zero HIV telah dibentuk, tantangan tetap ada dalam memastikan akses yang sama terhadap informasi dan layanan kesehatan bagi ODHIV dengan disabilitas. Pita Merah Jogja sedang fokus pada implementasi fitur aksesibilitas (A11y) dalam aplikasi seluler dan situs web mereka, menyadari bahwa banyak ODHIV dengan disabilitas kekurangan akses yang memadai terhadap informasi krusial terkait pengobatan, pencegahan, dan layanan kesehatan penting. Kendala pendanaan saat ini membatasi jangkauan inisiatif ini hanya pada wilayah Kota Yogyakarta, Indonesia.

Baca juga:  Hari Perempuan Sedunia dan Peran Perempuan Dalam Melawan HIV

Pita Merah Jogja memperkenalkan aplikasi seluler dan situs web ini kepada masyarakat, khususnya ODHIV dengan disabilitas, memberikan pengguna untuk memahami dan langsung mengalami manfaat fitur aksesibilitas yang dikembangkan. Melalui pendekatan ini, kami bertujuan meningkatkan kesadaran, akses, dan partisipasi ODHIV dengan disabilitas dalam mengelola kesehatan mereka secara independen. Kami berharap aplikasi seluler dan website ini akan menjadi langkah awal yang efektif dalam memperluas pengetahuan dan dukungan untuk pemantauan kesehatan mandiri bagi ODHIV dengan disabilitas di Indonesia. 

Hal ini sejalan dengan upaya mencapai target 95-95-95 oleh pemerintah Indonesia dan berharap dapat diterapkan oleh banyak organisasi lain di seluruh dunia dalam menyediakan informasi terkait HIV-AIDS. 

Anda berada di wilayah Yogyakarta dan terpapar HIV?

Jangan takut untuk menghubungi Pita Merah Jogja dan kami akan memberikan pendampingan serta informasi apa yang harus Anda lakukan. Apabila Anda dari luar Yogyakarta juga dapat menghubungi kami, kami akan coba beri informasi sebisa kami.

Sebelumnya

Kapan Pengobatan Anak Dengan HIV Diterapkan di Indonesia?

Selanjutnya

HIV yang Menyerang Daya Tahan Tubuh Manusia