Visi dan Misi UPKM/CD Bethesda YAKKUM antara lain dikerjakan melalui Program Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS di Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta. Dampak yang diharapkan dari implementasi project tersebut yaitu adanya kontribusi untuk terwujudnya program pencegahan terpadu infeksi baru HIV serta support untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup ODHIV dan OHIDHA di Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta. Program yang telah berjalan mulai Juli 2022 ini, sudah memasuki tahun ketiga atau tahun terakhir dari durasi Juli 2022 – Juni 2025. Selama pelaksanaan program, berbagai praktik baik telah diperoleh, khususnya melalui keterlibatan Warga Peduli AIDS (WPA) dalam kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan advokasi bagi komunitas terdampak.
Sebagai bagian dari tahapan akhir program, pertemuan refleksi program ini diselenggarakan untuk menampilkan hasil-hasil dan praktik baik yang telah dicapai serta memastikan keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan oleh WPA dengan dukungan dari dana pemerintah kelurahan maupun swadaya masyarakat. Pertemuan refleksi program ini penting dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang telah diterapkan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta berbagi pengalaman dan pembelajaran antar pemangku kepentingan. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momen untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna memastikan keberlanjutan program setelah periode implementasi berakhir. Dengan adanya refleksi bersama, diharapkan terjadi penguatan kapasitas WPA dan jaringan dukungan komunitas dalam upaya pengendalian HIV dan AIDS di masa mendatang.
Perkumpulan Pita Merah Jogja (PMJ) menjadi salah satu peserta yang diundang oleh UPKM/CD Bethesda YAKKUM. Selain PMJ pertemuan ini juga dihadiri oleh Yayasan Kebaya serta perwakilan lurah dari seluruh Kelurahan di Yogyakarta dan juga WPA dari setiap Kelurahan. Tidak hanya itu, perwakilan dari fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Gedongtengen, Puskesmas Umbulharjo 1, Puskesmas Mantrijeron, RSUD Kota Yogyakarta dan RS Bethesda juga menghadiri pertemuan ini. Tentu saja pertemuan ini juga dihadiri Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan Walikota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).
PMJ juga diberi kesempatan untuk menjadi pembicara dalam paparan praktik baik program ini bersama dengan Yayasan Kebaya dan perwakilan dari Puskesmas dan WPA.

Selain refleksi program, pertemuan ini juga akan dilengkapi dengan bazar komunitas sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi WPA. Bazar ini berfungsi untuk menampilkan hasil produksi WPA, seperti produk herbal, makanan olahan, dan produk kreatif lainnya yang telah dikembangkan selama program berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur produk komunitas, membuka peluang pemasaran yang lebih luas, serta memperkuat kemandirian ekonomi WPA. Dengan adanya bazar ini, diharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas, dapat semakin memperkuat keberlanjutan program serta meningkatkan kesejahteraan anggota komunitas WPA.
